REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Grup musik The Lantis kembali hadir dengan karya terbaru yang berbeda dari rilisan orisinal mereka, yakni interpretasi baru dari lagu ikonik milik Naif berjudul (Jangan Terlalu) Posessif.
Berbicara dalam keterangan tertulisnya, mereka mengatakan bahwa lagu ini bukan sekadar cover, melainkan sebuah penghormatan kepada salah satu band yang paling membentuk perjalanan musikal mereka sejak awal berdiri.
Alih-alih melakukan perubahan besar pada aransemen, unit musik yang beranggotakan Giri (bass), Ravi (gitar), Ojan (gitar), Feisal (keyboard), dan Vio (drum) ini memilih menghadirkan pembacaan baru yang tetap menghormati identitas asli lagu.
“The Lantis bisa dikatakan cukup mirip dengan Naif secara musik, jadi kalau nyebrang dari Naif otomatis nyebrang juga dari The Lantis-nya sendiri,” tutur Giri, dikutip Reallist Media pada Rabu, 29 Juli 2026.
“Maka dari itu, mungkin kita lebih bedain dari segi vibes dan emosinya, kita bikin lebih ringan dan groovy,” ucapnya.
Versi ini juga menghadirkan elemen baru yang tidak ditemukan pada lagu aslinya, termasuk satu bait lirik tambahan di bagian pembuka yang ditulis oleh produser Vega Antares.
Bagi The Lantis, perubahan tersebut bukanlah upaya menggantikan esensi lagu aslinya, melainkan bentuk penghormatan. Ada bagian-bagian tertentu yang sudah begitu identik dengan Naif sehingga mereka memilih untuk tidak menyentuhnya.
Sebaliknya, mereka mencari jalannya sendiri dengan menghadirkan nuansa emosional yang berbeda. Jika kata “posesif” sering dipandang sebagai sesuatu yang mutlak negatif, The Lantis mencoba melihatnya dari sudut pandang abu-abu.
“Ada rasa acceptance atau mixed feelings dari sifat posesif,” tutur Ojan.
Interpretasi ini berdiri di tengah, melihat posesif sebagai salah satu bentuk kegelisahan yang lahir dari rasa cinta yang besar. Bukan sesuatu yang dibanggakan, tetapi juga bukan hal yang sepenuhnya disesali.
Lagu ini menjadi ruang untuk merayakan rasa cemas, takut kehilangan, dan kerumitan yang kerap hadir ketika seseorang jatuh cinta sedalam-dalamnya.
Dengan pendekatan tersebut, single (Jangan Terlalu) Posessif versi The Lantis menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih ringan, groovy, namun tetap sarat makna.
Membawakan lagu dari Naif juga memiliki makna personal bagi The Lantis. Musik Naif telah menjadi fondasi yang membentuk selera, cara bermain, hingga cara mereka memandang sebuah lagu sejak awal terbentuk.
Lantaran itu, lagu (Jangan Terlalu) Posessif bukan sekadar tembang cover, tetapi juga surat cinta untuk salah satu inspirasi terbesar mereka.
Baca juga: Penyanyi Malaysia, Luqman Podolski Bahas Keluarga di Single Ayah
Baca juga: Seniman Betawi Harry De Fretes Comeback Lewat Single I Love You, Bestie
Saat ini, single (Jangan Terlalu) Posessif versi The Lantis tersedia di seluruh platform pemutar musik digital, lengkap dengan visualizer resmi di kanal YouTube The Lantis. []
